Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaPemerintahanSapa Kendal

Normalisasi Kali Kendal dan Kali Buntu Bakal Telan Anggaran Rp 800 Juta

7
×

Normalisasi Kali Kendal dan Kali Buntu Bakal Telan Anggaran Rp 800 Juta

Sebarkan artikel ini

KENDAL, SAPA Jateng.id– Sungai Kendal yang mengalami sedimentasi berat sejak beberapa tahun terakhir ini, hari ini tanggal 16 Oktober 2026, mulai dilakukan normalisasi dengan menggunakan dua alat berat jenis excavator.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari dengan didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kendal, Sudaryanto mengecek langsung di lokasi tak jauh dari perempatan jalan atau tepatnya 50 meter dari arah traffic light jalan Pemuda Kendal.

Bupati mengatakan, bahwa di Kabupaten Kendal ada sejumlah titik lokasi yang dilakukan pengerjaan normalisasi, seluruhnya diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 4 miliar, namun untuk sungai Kendal sungai Kalibuntu, anggaranya sekitar Rp 800 juta.

“Sebetulnya normalisasi ini kewenangan dari Provinsi Jawa Tengah, namun karena ini sifatnya pemeliharaan, Kabupaten Kendal bisa melakukan normalisasi. Hanya saja kondisi di lokasi banyak rumah yang mepet dengan sungai, padahal menerut ketentuan, bangunan itu boleh berdiri idealnya 5 hingga 10 meter dari arah sungai,”kata bupati.

Melihat kondisi di lokasi itu, dimungkinkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi yang ada di pinggir dan tengah sungai itu bakal mengalami kesulitan, terlebih excavatornya besar dan long armnya panjang sehingga akses untuk masuk ke sungai cukup sulit.

Jika nantinya petugas normalisasi mengalami kesulitan dimungkinkan dengan cara lain yakni tanah lumpur itu akan dikerung dan dipindahkan dengan menggunaka alat berat yang lebih kecil atau mobil truck.

Bupati berharap, setelah dilakukan normalisasi ini, warga Kendal Kota yang selama ini wilayahnya terendam banjir di saat musim hujan, untuk tahun 2026 itu tidak lagi kebanjiran.(Likwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!