Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaPemerintahanSapa Kendal

Kebiasaan Menabung Perlu Ditanamkan Sejak Dini Agar Anak- Anak Terbiasa Hidup Disiplin

13
×

Kebiasaan Menabung Perlu Ditanamkan Sejak Dini Agar Anak- Anak Terbiasa Hidup Disiplin

Sebarkan artikel ini

KENDAL, SAPA Jateng.id-Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari membuka acara Sosialisasi Satu Rekening Satu Pelajar, ASN Peduli Pekerja Rentan, dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Aula Kecamatan Kendal, Rabu 14 Oktober 2026.

Bupati menyambut baik dilaksanakan kegiatan sosialisasi ini, karena ketiga program tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan Kabupaten Kendal, khususnya dalam meningkatkan literasi keuangan, memperluas perlindungan sosial bagi masyarakat, serta memperkuat budaya literasi sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Bupati menyampaikan bahwa, berdasarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor B/500/1317/2026 Tahun 2026 tentang Program Satu Rekening Satu Pelajar Provinsi Jawa Tengah, inklusi keuangan menjadi salah satu indikator utama pembangunan dalam RPJPN 2025–2045, dengan target mencapai 98 persen pada tahun 2045.

Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong gerakan budaya menabung sejak dini melalui kepemilikan rekening bagi seluruh pelajar.

“Program Satu Rekening Satu Pelajar merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan budaya menabung sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan peserta didik,”kata bupati.

Menurut bupati, kebiasaan menabung perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak terbiasa hidup disiplin, merencanakan kebutuhan, dan mempersiapkan masa depan.

Oleh karena itu, bupati mengajak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pihak sekolah, lembaga perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam menyukseskan program Satu Rekening Satu Pelajar.

“Jangan sampai program ini hanya berorientasi pada kepemilikan rekening, tetapi juga harus diiringi dengan edukasi keuangan yang berkelanjutan, sehingga para pelajar mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab,”ungkap bupati.

Bupati menyatakan bahwa Gerakan ASN Peduli Pekerja Rentan merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mendukung perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.

Gerakan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi ASN dalam membantu pekerja rentan memperoleh perlindungan dari risiko kecelakaan kerja maupun risiko sosial ekonomi, sehingga dapat memberikan rasa aman dan meningkatkan kesejahteraan pekerja beserta keluarganya.

ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal dapat berpartisipasi dengan membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi minimal satu orang pekerja rentan, baik dari lingkungan sekitar maupun keluarga terdekat.

Adapun sasaran program ini meliputi petani, nelayan, pedagang kecil, asisten rumah tangga, marbot masjid, tukang ojek, serta kelompok pekerja rentan lainnya yang membutuhkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Gerakan ini juga sejalan dengan Program Permata (Perlindungan Masyarakat Pekerja Rentan) yang terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Kendal sebagai upaya memperluas perlindungan sosial bagi pekerja rentan.

“Saya berharap, Gerakan ASN Peduli Pekerja Rentan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,”harap bupati.

Bupati menyebut, selain penguatan literasi keuangan dan perlindungan sosial, peningkatan literasi masyarakat juga menjadi perhatian penting dalam pembangunan daerah.

Berdasarkan data, realisasi Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat atau IPLM Kabupaten Kendal tahun 2025 mencapai 20,10, atau baru sekitar 41 persen dari target sebesar 48,87.

Capaian ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat upaya peningkatan budaya baca dan kualitas layanan perpustakaan, khususnya di lingkungan sekolah.

“Kita masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana perpustakaan, koleksi buku, serta tenaga pengelola perpustakaan, hingga rendahnya kunjungan siswa dan belum optimalnya kegiatan penguatan budaya baca. Kondisi tersebut juga menjadi tantangan dalam pemenuhan data dukung dan pengisian survei IPLM,”beber bupati.

Untuk itu, bupati meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dalam memperbaiki kualitas perpustakaan sekolah.

“Kepada seluruh kepala sekolah, saya berharap agar memberikan perhatian, motivasi, dan dukungan kepada pengelola perpustakaan, sekaligus mendorong kegiatan membaca yang menarik dan berkelanjutan bagi peserta didik,” harap bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa, Perpustakaan hendaknya tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang belajar yang nyaman, menyenangkan, dan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu serta kecintaan anak terhadap ilmu pengetahuan.

Bupati mengajak seluruh pihak untuk menjadikan kegiatan sosialisasi ini sebagai momentum memperkuat komitmen dan kerja sama dalam menyukseskan ketiga program tersebut.

“Mari kita bangun generasi muda yang cerdas dan melek keuangan, wujudkan kepedulian ASN terhadap perlindungan pekerja rentan, serta tingkatkan budaya literasi masyarakat melalui perpustakaan yang berkualitas,”terang bupati.

Dengan sinergi dan komitmen bersama, bupati optimistis dapat mewujudkan masyarakat Kendal yang semakin cerdas, terlindungi, berdaya, dan sejahtera, sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Kendal yang semakin maju.(Likwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!