Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaOlahragaSapa Klaten

Ribuan Orang dari Berbagai Kota di Indonesia, Ikuti Jalan Nordik Akbar Indonesia di Kompleks Candi Sewu Prambanan

226
×

Ribuan Orang dari Berbagai Kota di Indonesia, Ikuti Jalan Nordik Akbar Indonesia di Kompleks Candi Sewu Prambanan

Sebarkan artikel ini

KLATEN, SAPA Jateng.id– Ribuan orang dari berbagai kota di Indonesia, mengikuti Jalan Nordik Akbar Indonesia (JNAI) di Kompleks Candi Sewu Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Pimpinan Daerah (BPD) Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Yogyakarta selaku tuan rumah.

Menurut Ketua Panitia JNAI Tahun 2026, Rakhmat Nugroho, para peserta berasal dari Badan Pengurus Daerah (BPD) Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta.

BPD Jawa Timur ada yang berasal dari Banyuwangi, Surabaya, Jember, dan lain-lain.

Untuk Jawa Tengah ada 19 BPD yang berasal dari Pekalongan, Batang, Solo, Pekalongan, Semarang, Sukoharjo, dan lain-lain.

Dari Yogyakarta ada 5 BPD yaitu Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul.

“JNAI ini rutin diadakan, lokasinya berpindah-pindah. Tahun lalu di Malang dan Jakarta. Tahun ini di Pelataran Candi Sewu, tahun depan di Semarang tepi Pantai Marina,” jelas Rakhmat.

Panitia menyiapkan tiga kategori untuk peserta. Yaitu lomba beregu dengan jarak tempuh 3,6 kilometer dengan kecepatan 4,5 kilometer per jam. Lomba perorangan dengan kecepatan 5 kilometer per jam, dan jalan santai non lomba dengan pilihan jarak 3,6 kilometer, 2 kilometer, dan 1 kilometer.

“Peserta mengelilingi komplek Candi Bubrah, Candi Lumbung, Candi Prambanan, dan Candi Sewu untuk start dan finishnya.

Dipilihnya Candi Sewu ini, menurut Rakhmat, karena tempatnya rindang dan mempunyai nilai sejarah.

Sesuai visi misi KJNI, untuk selalu meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kecintaan anggota terhadap tempat wisata dan sejarah di dalam dan di luar negeri.

Maka sangat tepat pemilihan tempat Wisata Candi Sewu ini sebagai lokasi JNAI Tahun 2026 ini.

“Di sini banyak pohonnya, jadi tidak panas untuk olahraga lansia dan mempunyai nilai sejarah. Candi Sewu ini dibangun pada pertengahan 9 Masehi oleh Raja Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Kuno. Jadi, peserta bisa sekaligus belajar sejarah di sini,” kata Rakhmat.

Peserta Jalan Nordik secara simbolis dilepas oleh Ketua BPD KJNI Yogyakarta, Lukman Kudonarpodo didampingi pengurus lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, ribuan peserta dihibur dengan panggung budaya. Ada campursari, ada lantunan angklung yang dimainkan oleh ratusan anggota dari Komunitas Kembang Setaman dan Madu Svara Yogyakarta.

Setelah mencapai garis finish, para peserta nampak berjoget di depan panggung. Mereka benar-benar menikmati kegembiraannya.

Salah seorang peserta dari Bandung, Umi (86 tahun) mengaku senang bisa ikut JNAI di Candi Sewu ini.

Bagi Umi, olahraga jalan nordik ini sangat menarik. Apalagi ikut komunitasnya, temannya menjadi banyak dari seluruh Indonesia.

“Tentu saja menjadikan tubuh ini menjadi bugar dengan jalan nordik ini. Temannya juga banyak, ramah-ramah pula,” kata Umi.

Dirinya mengaku sudah satu tahun menekuni jalan nordik ini. Di usianya yang sudah masuk kategori lansia, masih sangat produktif dan bugar.

Turut hadir dalam JNAI kali ini, Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo, GKBRAA Pakualam X, dan tamu undangan lainnya.

Yang menarik, GKBRAA juga ikut memainkan musik angklung bersama ratusan pemain lainnya. Beberapa lagu ditampilkan penuh gegap gempita, membuat para peserta sangat gembira.

“Saya sangat bangga dengan ibu-ibu di sini karena mempunyai kegiatan yang bisa untuk menyenangkan diri sendiri, keluarga, dan lingkungannya. Tetap sehat, bugar, dan selaras,” kata GKBRAA Pakualam X.

KJNI juga menyelenggarakan pameran UMKM serta menyerahkan bantuan untuk bedah rumah.

Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo yang seorang dokter, mengakui kalau olahraga jalan nordik itu sangat menyenangkan.

“Olahraga jalan nordik ini membuat seluruh tubuh bergerak semua, sehingga benar-benar menyehatkan, “ucap Hasto.

Dalam JNAI ini panitia berharap, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada olahraga saja. Namun menjadi wadah untuk menjalin persatuan, melestarikan kebudayaan, dan harapan baru untuk Indonesia. Sesuai tema JNAI tahun ini Langkah Selaras Satukan Nusantara. (NIK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!