Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaHukumSapa Banyumas

Terkait Korban Santri Diculik, Kapolri Diminta Turun Tangan

74
×

Terkait Korban Santri Diculik, Kapolri Diminta Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

BANYUMAS, SAPA Jateng.id-Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Kebasen, Banyumas, kembali menjadi sorotan publik.

Kuasa hukum keluarga korban, H. Djoko Susanto, SH, mendesak Kapolri untuk segera menangkap terduga pelaku yang dinilai telah menimbulkan keresahan dan memperlihatkan lambannya penanganan kasus.

“Penyidik untuk segera mengamankan pelaku agar masyarakat tenang dan korban diperlakukan dengan adil,” tegasnya saat dikonfirmasi, Jumat (21/11/2025).

Djoko mengungkapkan, korban berinisial GSA (17) bahkan sempat diculik oleh saudaranya dan dipaksa mencabut laporan di Klinik Hukum Peradi SAI Purwokerto tanpa pendampingan orang tua kandung.

“Ini sudah melampaui batas dalam upaya penyelesaian masalah, justru menimbulkan masalah baru,” ujarnya.

Sebelumnya, orang tua korban mengaku mendapat tekanan untuk mencabut laporan polisi yang telah mereka ajukan. Djoko menilai adanya upaya menutupi kasus ini sehingga seolah menjadi pembenaran di lingkungan pendidikan di pondok pesantren.

“Proses hukum harus tetap ditegakkan agar keadilan bisa hadir. Intimidasi dan penggiringan opini untuk menghentikan kasus justru memperburuk kondisi sosial dan moral masyarakat,” ujarnya.

Djoko menambahkan, tindak kekerasan terhadap anak di bawah umur bukanlah delik aduan yang bisa dicabut begitu saja.

“Permintaan maaf dan perdamaian hanya untuk meringankan, bukan menghapus tindak pidana,” tandasnya.(DN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!