BATANG, SAPA Jateng.id– Pembangunan jalan penghubung sepanjang 987 meter melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 di Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, diharapkan memangkas waktu tempuh warga menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang (KITB) dari sekitar satu jam menjadi hanya 10 menit.
Akses baru ini juga ditujukan untuk memperlancar mobilitas pekerja dan petani dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Hal tersebut dikatakan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan di Lapangan Desa Sembung, Selasa (13/10/2026).
Menurut bupati, pembangunan jalan menjadi sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-130, yang dilaksanakan melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
“Ini upaya untuk menjadikan akses baru bagi warga Sembung yang bekerja di KITB, sehingga akan lebih efisien waktu tempuhnya. Tentu perbaikan infrastruktur ini juga berdampak pada kemudahan mobilitas warga, baik menuju Sembung maupun sebaliknya,” kata bupati.
Jalan yang dibangun berupa rabat beton sepanjang 987 meter, lebar 3 meter, dan tebal 12 sentimeter. Keberadaan jalur tersebut diharapkan menjadi alternatif perjalanan yang lebih singkat menuju kawasan industri sekaligus mempermudah akses warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kepala Desa Sembung, Muhammad Untung, mengatakan pembangunan jalan tersebut menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama pekerja yang beraktivitas di KITB dan petani yang mengangkut hasil panen.
“Kalau lewat sebelah barat biasanya sampai satu jam, tapi dengan melewati jalan penghubung Desa Sembung bisa jadi jalur alternatif karena cukup 10 menit sampai ke Desa Ketanggan atau KITB. Selain itu, buat petani pun jadi lebih cepat dan mudah waktu mengangkut hasil panen, karena nanti jalannya sudah mulus,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur jalan, TMMD Reguler ke-130 juga mencakup sejumlah sasaran tambahan, yakni perbaikan lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan sarana TNI Manunggal Air di lima titik, perbaikan MCK di lima titik, serta penanaman 5.000 batang pohon keras.
Penanaman pohon diarahkan untuk mendukung upaya konservasi lingkungan, khususnya meningkatkan kemampuan kawasan dalam menyerap air saat musim hujan. Program ini melengkapi pembangunan fisik dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar permukiman warga.
Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono mengapresiasi sinergi antara TNI, pemerintah daerah, unsur legislatif, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan TMMD. Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya bersama membangun negeri melalui pembangunan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat desa.
“Khusus di Batang melaksanakan TMMD Reguler, sedangkan lainnya TMMD Sengkuyung. Semuanya memiliki visi dan misi yang sama, yaitu bergotong royong dalam upaya membangun negeri dari lingkup desa,” kata Kolonel Inf Sidik Wiyono.
Di samping sasaran fisik, TMMD Reguler ke-130 juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, pelayanan keluarga berencana (KB), layanan SIM keliling, serta berbagai pelayanan publik lainnya.
Pelaksanaan TMMD di Desa Sembung menjadi bagian dari program pembangunan berbasis kemanunggalan TNI dan rakyat.
Melalui pembangunan akses jalan dan kegiatan pemberdayaan masyarakat, program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki konektivitas antarwilayah, tetapi juga memperluas akses ekonomi, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan meningkatkan kualitas hidup warga.(Dul)













