Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaSapa Sukoharjo

Plt Bupati Sukoharjo dan Ratusan Relawan Turun Tangan Atasi Sampah Menumpuk di Dam Kali Bedodo

13
×

Plt Bupati Sukoharjo dan Ratusan Relawan Turun Tangan Atasi Sampah Menumpuk di Dam Kali Bedodo

Sebarkan artikel ini

SUKOHARJO, SAPAJateng.id – Menjelang musim hujan, berbagai persiapan sudah dilakukan agar tidak terjadi banjir.

Seperti dilakukan ratusan relawan yang membersihkan Dam Kali Bedada, Desa Belimbing, Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo, unsur TNI, unsur Polri, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), berbagai organisasi relawan, warga masyarakat, serta perangkat desa.

Hadir pula Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, Wakil Ketua DPRD Sukoharjo Joko Nugroho, anggota DPR RI Adi Sasongko, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan Camat Gatak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukoharjo Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, kegiatan bersih sungai menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko bencana, terutama menghadapi potensi peningkatan debit air saat curah hujan tinggi.

Tumpukan material berupa kayu dan bambu yang terbawa aliran sungai menyumbat bagian bawah jembatan Dam Bedodo.

Kondisi tersebut diperparah sedimentasi yang cukup tebal di bawah dam, sehingga berpotensi menghambat aliran air ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Pembersihan dilakukan dengan mengangkat sampah dan material yang menyumbat aliran sungai. Keterlibatan berbagai unsur diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan di satu titik, tetapi juga mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan sungai dan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” kata Ariyanto.

Dijelaskan Ariyanto, selain di Gatak, diberbagai wilayah juga dilakukan hal yang sama yakni bersih sungai. Seperti di Baki dan Grogol.

Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo yang turut terjun langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya pembersihan sungai secara berkala agar tumpukan material tidak terus menghambat aliran air.

“Yang penting adalah bagaimana kita secara periodik membersihkan penumpukan-penumpukan ini. Terima kasih, pagi ini kami bersama-sama dengan warga masyarakat di beberapa titik untuk tanggap bencana,” ujarnya.

Menurut Sapto, keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam upaya mitigasi bencana.

Gerakan swadaya warga dinilai perlu diperluas agar kesiapsiagaan menghadapi musim hujan tidak hanya bergantung pada pemerintah.

“Ini menjadi satu kekuatan organik, swadaya dari masyarakat, yang bisa digunakan untuk memitigasi risiko dalam menghadapi musim hujan,” katanya.

Dia berharap kegiatan serupa terus digalakkan di berbagai wilayah Sukoharjo. Kesadaran menjaga lingkungan, terutama sungai, perlu dibangun secara berkelanjutan agar potensi penyumbatan aliran air dapat diantisipasi sejak dini.

“Ini perlu terus diperluas, menjadi gerakan seluruh masyarakat untuk menjaga kekuatan kita,” tandasnya.

BPBD Sukoharjo mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, tidak membuang sampah ke sungai, serta segera melaporkan apabila menemukan sumbatan atau kondisi yang berpotensi memicu bencana.

Upaya pencegahan melalui gotong royong diharapkan mampu menekan risiko banjir sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musim hujan. (Hasna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!