Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaPemerintahanSapa Banyumas

Rabat Beton Banyumas Tembus 70 Persen dan RTLH Kebumen Mulai Dikerjakan

14
×

Rabat Beton Banyumas Tembus 70 Persen dan RTLH Kebumen Mulai Dikerjakan

Sebarkan artikel ini
Suasana pengecoran jalan. (Foto:SJ/ SN)

BANYUMAS, SAPA Jateng.id– Program Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 terus berjalan di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Kebumen.

Berdasarkan laporan perkembangan Minggu (18/10/2026), pembangunan jalan rabat beton di Desa Gumelar Lor, Kecamatan Tambak, Banyumas, mencapai 70 persen, sedangkan di Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang, mencapai 58 persen.

Di Kebumen, pembangunan jalan di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, mencapai 55 persen, sementara satu sasaran rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) mulai mencatat progres 40 persen.

Perkembangan tersebut merupakan bagian dari program Bakti TNI AD untuk Rakyat yang secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, pada Jumat (16/10/2026), di Alun-Alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas.

Kegiatan pembukaan dilaksanakan bersama Pangdam IV/Diponegoro yang diwakili Irdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han.

Program yang berlangsung hingga 16 Desember 2026 ini menyasar pembangunan infrastruktur, penyediaan air bersih, perbaikan hunian, peningkatan sanitasi, revitalisasi fasilitas umum, serta pelayanan sosial bagi masyarakat di kedua kabupaten.

*Progres Jalan Rabat Beton Terus Bertambah*

Di Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang, pembangunan jalan rabat beton sepanjang 815 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 15 sentimeter telah mencapai 473 meter atau 58 persen. Pada laporan Minggu, pengecoran harian tercatat sepanjang 42 meter.

Pembangunan jalan tersebut didukung pekerjaan talud, plat beton, dan drainase. Talud pertama sepanjang 125 meter mencapai progres 83 persen, sedangkan talud kedua sepanjang 25 meter telah selesai 100 persen.

Dari lima titik pembangunan plat beton, dua titik telah selesai 100 persen, satu titik mencapai 63 persen, sementara dua titik lainnya belum mencatat progres. Pembangunan drainase sepanjang 80 meter mencapai 51 persen.

Sementara itu, pembangunan jalan rabat beton di Desa Gumelar Lor, Kecamatan Tambak, dengan target panjang 120 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan 15 sentimeter telah mencapai 84 meter atau 70 persen. Pengecoran harian dilaporkan sepanjang 11 meter.

*Kebumen Catat Progres Jalan dan RTLH*

Di wilayah Kodim 0709/Kebumen, pembangunan jalan rabat beton di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, mencapai 55 persen dari target sepanjang 700 meter, dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 12 sentimeter.

Dua sasaran jalan lainnya, yakni di Desa Jemur, Kecamatan Kebumen, sepanjang 220 meter, serta Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor, sepanjang 400 meter, belum mencatat progres dalam laporan 18 Oktober 2026.

Perkembangan juga terlihat pada sasaran rehabilitasi rumah tidak layak huni. RTLH milik Bapak Fatkhulloh di Desa Sikayun, Kecamatan Buayan, mencatat progres 40 persen. Sementara itu, sasaran RTLH lainnya dalam laporan tersebut belum mencatat capaian fisik.
*Puluhan Jembatan dan Sumur Bor Masih Menjadi Sasaran*

Di Banyumas, program ini mencakup pembangunan 10 titik jembatan dan 30 titik sumur bor. Seluruh sasaran jembatan serta sumur bor belum mencatat progres fisik dalam laporan 18 Oktober.

Di Kebumen, pembangunan ditargetkan meliputi 12 titik jembatan dan 50 titik sumur bor. Seluruh sasaran jembatan belum mencatat progres. Pada sasaran sumur bor, lokasi di Desa Triwarno, Kecamatan Kutowinangun, tercatat mencapai 24 persen, sedangkan lokasi lainnya belum mencatat progres.

Selain itu, program di Banyumas menargetkan rehabilitasi 105 unit RTLH, pembangunan 31 unit jambanisasi, revitalisasi empat sekolah, enam tempat ibadah, empat panti asuhan, serta satu makam, yakni Makam Mbah Kalibening di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas.

Di Kebumen, sasaran lainnya mencakup 45 unit RTLH, 20 titik MCK, revitalisasi empat sekolah, empat tempat ibadah, satu panti asuhan, serta penataan area parkir makam leluhur di Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor.

Data tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program masih berlangsung secara bertahap. Progres setiap sasaran menjadi bagian dari pemantauan untuk mengetahui perkembangan pekerjaan hingga batas waktu pelaksanaan program.

*Pelayanan Sosial dan Kesehatan Turut Berjalan*

Selain pembangunan fisik, Bakti TNI AD untuk Rakyat juga mencakup sejumlah layanan sosial. Di Banyumas, laporan mencatat capaian 100 persen untuk operasi bibir sumbing, donor darah, sunatan massal, nikah massal, bantuan kursi roda, alat bantu jalan berupa kruk dan walker, serta bazar murah. Penyaluran paket sembako mencapai 50 persen, sedangkan operasi katarak belum mencatat capaian.

Di Kebumen, pengobatan gratis ditargetkan menjangkau 1.000 orang dengan progres 20 persen. Operasi bibir sumbing untuk satu orang, bantuan lima kaki palsu, serta bantuan satu kursi roda masing-masing telah mencapai 100 persen. Penanaman 5.000 pohon belum mencatat progres dalam laporan tersebut.

*Ratusan Personel Mendukung Pelaksanaan Program*

Pelaksanaan Bakti TNI AD untuk Rakyat di wilayah Kodim 0701/Banyumas melibatkan 450 personel gabungan, terdiri atas unsur TNI, Polri, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, pelajar, dan mahasiswa.

Sementara itu, Kodim 0709/Kebumen melaporkan keterlibatan 103 personel, terdiri atas 35 personel TNI, lima personel pemerintah daerah, 55 unsur masyarakat, serta delapan personel Linmas.

Melalui keterlibatan berbagai unsur tersebut, program Bakti TNI AD untuk Rakyat diharapkan dapat mendukung peningkatan akses transportasi, ketersediaan air bersih, kualitas hunian, sanitasi, fasilitas umum, serta pelayanan kesehatan dan sosial. Seluruh kegiatan dijadwalkan berlanjut hingga 16 Desember 2026, dengan perkembangan pekerjaan yang terus dipantau sesuai sasaran masing-masing wilayah.(SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!